Kamis, 27 September 2012

Kenakalan Remaja; Sex, Narkoba dan Perkelahian

Oleh Moh Haris Hariyadi
Mahasiswa Sejarah dan Peradaban Islam IAIN Sunan Ampel.

Remaja adalah punggung suatu bangasa dan masa depan dunia. Remaja adalah penengah suatu kehidupan untuk menyeimbangkan dunia. Remaja adalah titik tengah antara yang muda dan yang tua. Apabila titik tengah itu goyah maka kehidupan tidak akan seimbang. Apabila remaja itu berbuat menyimpang maka keseimbangan dunia juga akan terancam.

Di sini aku juga sebagai remaja, yang tumbuh dewasa seperti remaja-remaja lain. Namun mungkin aku sedikit berbeda dari remaja lain yang ada di sikitarku. kebanyakan remaja merasa gengsi jika tidak merokok atau berpenampilan menjolok yang mengbuktikan dia "laki-laki". Aku juga bukan merupakan remaja yang baik. Karena semua orang pasti mempunyai sisi gelapnya. Bagiku remaja itu harus berprestasi, berjiwa sosial tinggi, cinta alam dan Tuhannya. Remaja bukan untuk berfoya-foya, tapi menemukan sebuah jati diri.

Jati diri? Jatidiri akan terbentuk oleh sebuah lingkungan. Jati diri manusia itu selalu berbuat baik. Jika kalian belum merasa bermanfaat bagi orang lain, itu bukanlah jati diri kalian. Bermanfaat  bukanlah untuk suatu golongan tertentu, namun harus secara objektif dalam menelusuri sebuah masalah.


Remaja dan Sex
Remaja mempunyai keinginan pengetahuan yang lebih, semakin disembunyikan semakin penasaran. Begitulah remaja..

Bagaimana dengan Sex? Saya berpendapat, sex bebas remaja berawal dari pacaran atau perilaku menyimpang seperti menonton video porno. Pacaran dalam dunia Islam tidak dikenal, karena itu mendekati sebuah zina. Pacaran adalah sebuah penyakit yang dapat menyebar, jika tahu temannya mempunyai pacar, lama kelamaan temanya akan merasa gengsi jika tidak punya pacar. Agar tidak tertular penyakit ini, kita harus mempertebal iman dan mengambil hikmah di balik semuanya itu. Pacaran sudah sangat dekat sekali dengan zina. Dan tentu kita tahu, berbuat zina adalah larangan semua Agama. Pacaran akan menjerumuskan ke subuah sex bebas. Tidak ada pacaran yang berbau Islami. Karena Islam tidak mengajarkan hal tersebut. Islam hanya mengajarkan untuk 'bertaaruf' atau 'berteman', menghargai wanita sebagai kodratnya, melindungi kesuciannya dan menjaganya dari fitnah. Saran saya, wahai Ppia dan wanita, jauhilah zina karena siksaannya sangat pedih. Wahai pria, jika kau sudah merasa mampu lahir dan baitin maka menikahlah secara sah.

Remaja dan Narkoba
Narkoba adalah sejenis obat medis yang dipakai berlebihan akan membuat mabuk atau merusak organ tubuh, sebenarnya segala sesuatu yang digunakan berlebihan akan merusak diri kita. Narkoba? Kenapa remaja memilih narkoba dan sejenisnya? Narkoba merupakan sebuah pelarian yang negatif, narkoba adalah candu yang membodohkan manusia. Banyak masalah yang dihadapi remaja untuk mencapai kedewasaan diri, namun mereka selalu ingin mengambil yang instan dalam menghadapi maslahnya itu ataupun ingin melupakan masalah-masalahnya. Padahal jika kita melupakan masalah kita, kita tidak bisa mengambil hikmah dari masalah itu untuk menghadapi masalah di depannya. Narkoba adalah suatu bisnis yang menguntungkan dari sekelintir orang, hanya orang-orang di atas yang akan beruntung dan yang paling bawah adalah korbannya. Jika kalian adalah remaja, jauhilah narkoba karena tidak ada manfaatnya sama sekali bagi kalian. Narkoba adalah pembodohan yang menjerumuskan. Tidak perlu gengsi jika kalian punya teman pengguna narkoba, tidak perlu ikut-ikut untuk memakai benda haram itu. Jadilah diri sendiri karena itulah yang terbaik untuk kalian. STOP NARKOBA, REMAJA BERPRESTASI! Narkoba ini sering dipakai oleh pria, meskipun tidak dipungkiri wanita juga memakainya. Dunia ini (narkobaed)  sudah merasuki dunia pendidikan mulai SD sampai Perguruan Tinggi. Astaghfirullah.

Remaja dan Perkelahian
Pria identik dengan kejantanan; hebat, kuat dan ambisius. Tapi jangan disalah-artikan. Kuat dan hebatnya seorang pria itu mengalahkan dirinya sendiri. Sebenarnya tidak hanya pria, wanita pun begitu, setiap orang yang bisa mengalahkan dirinya sendiri adalah orang yang kuat dan hebat. Perkelahian yang sering dilakukan oleh remaja pria biasanya disebabkan karena perselisihan golongan atau anggota dari salah satu golongan tersebut yang mempunyai masalah. Perkelahian sebenarnya tidak perlu terjadi jika ada musyawarah antar-golongan. Individu yang lain juga tidak perlu terpancing emosi, karena apakah hanya karena kepentingan golongan, antarmanusia harus memusuhi satu sama lain? Manusia diciptakan di bumi untuk hidup berdampingan buka saling bermusuhan. Pria sering menunjukan kekuatanya dengan otot, saya rasa itu sudah tidak zaman lagi. Tunjukkan kekuatanmu wahai pria, dengan semangatmu untuk berprestasi dan membahagiakan orang lain, rela berkorban tanpa pamrih. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan yang lebih besar. Itu adalah Janji Allah SWT. Semoga cucor-ku ini bermanfaat bagi yang membacanya.***

5 komentar:

  1. Masak ya mas, gak ada pacaran yang Islami? Sepertinya ada, cuma di Islam itu bahasanya diperhalus dan diarabkan menjadi "ta'aruf". Tidakkah demikian?!

    BalasHapus
  2. sepertinya beda jauh tuh,, pacaran dengan ta'aruf... sepertinya..

    BalasHapus
  3. bedanya apa mas? sepertinya itu hanya permainan bahasa. sejatinya mungkin beda, but the reality has not been that difference....

    BalasHapus